Selasa, 19 Mei 2015

Pengenalan Survey Pemetaan

Survey Pemetaan merupakan bagian dari Ilmu Geodesi

Geodesi adalah ilmu untuk menentukan bentuk dan ukuran bumi dan segala aspek yang berkaitan dengan posisi bumi.

Secara praktis,

Ilmu geodesi adalah kegiatan untuk membuat gambaran permukaan bumi yang disajikan pada satu bidang datar dengan perbandinhan tertentu (peta) atau untuk membuat peta.
Survey Pemetaan adalah suatu rangkaian kegiatan dilapangan untuk mengambil data unsur-unsur permukaan bumi, baik ukuran dan bentuk bumi, maupun keterangan unsur permukaan bumi tsb, yang disajiakan pada suatu bidang datar dg perbandingan (skala) tertentu yang disebut peta.

Ada 2 Kegiatan Survey Pemetaan :
1. Survey

    Kegiatan mengambil data ukuran dan bentuk unsur-unsur permukaan bumi serta informasi atau keterangan dari unsur tersebut.

2. Pemetaan

    Proses pemindahan data permukaan bumi kepada bidang datar

    - proses perhitungan data

    - proses penyajian (penggambaran  peta)

Klasifikasi Ilmu Geodesi
1. Geodetic Surveying
Merupakan Ilmu geodesi yang mempertimbangkan Kelengkungan Bumi


* Bumi dianggap sebagai bentuk yang sebenarnya, dengan model matematis :

   - Bola

   - Ellipsoid
* Rumus / formula yang digunakan dalam geodetic surveying adalah  :

    - Bola

    - Ellipsoid


* Mencakup area yang sangat luas :

    - Bola : jika jarak pengukuran 55-100 km

    - Ellipsoid : jika jarak pengukuran >100km


* Ketelitiannya  tinggi

* Alatnya khusus
2. Plane Surveying
Merupakan Ilmu geodesi yang tidak mempertimbangkan Kelengkungan Bumi.


* Bumi dianggap sebagai bidang datar sehingga model yang digunakan adalah bidang datar.
* Rumus / formula yang digunakan dalam plane surveying adalah  : segitiga datar

* Mencakup area yang relatif kecil : ≤ 55 km

* Ketelitiannya  lebih rendah

* Alatnya juga khusus yang disesuaikan dengan ketelitian

     (Alat geodetic surveying dapat digunakan pada plane surveying, tapi alat plane surveying tidak dapat digunakan pada geodetic surveying).
 

Fungsi Survey Pemetaan :
1. Memenidahkan bentuk dan ukuran bumi dari lapangan ke bidang datarkertas” agar dapat dilakukan perencanaan teknik sipil diataskertastersebut.

2. Memindahkan rekonstruksi hasil perencanaan diatas peta ke lapangan (stading out).

Bidang Teknik Sipil yang membutuhkan Survey Pemetaan :

1. Pengukuran dan perencanaan Jalan raya (penentuan jalur, perencanaan geometris, menghitung galian timbunan dan rekonstruksi jalan)

2. Pengukuran dan perencanaan irigasi

3. Pengukuran dan perencanaan Pelabuhan dan lapangan terbang

4. Pengukuran dan perencanaan Terowongan

5. Pengukuran dan perencanaan kawasan
Azas-azas Pemetaan
Merupakan hal yang mendasar/fundamental yang perlu diketahui terhadap survey pemetaan:
1. Sistem koordinat
2. Datum
3. Sistem proyeksi peta
 
1.Sistem Koordinat
Sistem koordinat ada 2:

a. Sistem koordinat geografis

  Sistem koordinat pada permukaan bola/ellipsoid referensi

  Posisi suatu titik dinyatakan dg argumen :

    - Lintang ( L )

    - Bujur ( B )

Posisi suatu titik : A(LA,BA)

b. Sistem koordinat proyeksi

   Sistem koordinat ini merupakan sistem koordinat cartesian :

  - 2D (X,Y)

  - 3D (X,Y,Z)
2. Datum

   Adalah aturan-aturan yang dibuat untuk menentukan referensi pada peta, ellipsoid  referensi yang  digunakan untuk membuat/memproses sebuah peta
   Ukuran / bentuk bumi mana yang digunakan dalam menyajikan sebuah peta?????

-Bersel

-Helmert

-GRS ‘67

-GRS ’72

-WGS ’80

-WGS ’84 merupakan ellipsoid referensi yang digunakan di Indonesia
-dll
3. Sistem Proyeksi Peta  
   Adalah atur an-aturan yang digunakan dalam melakukan proses pemindahan data permukaan bumi (melengkung) ke bidang datar.

 

Pengukuran-pengukuran dilakukan pada dan diantara titik-titik dipermukaan bumi, titik-titik tersebut adalah sebagai berikut :


 Sistem UTM (Universal  Transfer Mercator
Bumi dibagi menjadi 60 zone, dimana

1 zone = 6° = 6 x 111 km = 666 km

Jadi dalam 1 zone mempunyai 1 sistem proyeksi sendiri.
 





 

Selasa, 12 Mei 2015

Tenaga Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara).
Sistem energi pembangkti tenaga surya, mengurangi ketergantungan dunia akan bahan bakar fosil, bayangkan energi gratis dan terus-menerus yang bersumber dari bumi kita disediakan untuk kebutuhan energi dan dapat dihandalkan mengurangi pengeluaran daya,
dimana terus menjadi beban dalam kehidupan rumah tangga dan keuntungan bisnis anda.
Menggunakan listrik sendiri dari tenaga surya (mandiri) apakah memungkinkan? Bukankah PLN sudah menyediakan listrik yang lumayan murah? Apakah keuntungan menggunakan listrik mandiri?
Keuntungan menggunakan listrik mandiri dengan menggunakan solar panel / panel surya:
  • Merupakan energi terbarukan yang tidak pernah habis
  • Menghemat listrik dalam jangka panjang
  • Mengurangi pemanasan global
  • Bersih dan ramah lingkungan
  • Praktis tidak memerlukan perawatan
  • Umur panel surya yang panjang
  • Tidak tergantung dengan PLN
  • Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia
Cara Kerja Solar Power
Cara Kerja Solar Power

Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:
  1. Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
  2. Berapa besar arus yang dihasilkan solar cells panel (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
  3. Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).
Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar.
Komponen-komponen yang diperlukan untuk instalasi listrik tenaga surya, terdiri dari:
  1. Panel surya / solar panel
    Panel surya / solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik.
    Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimum).
    Umumnya kita menghitung maksimum sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi – sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik bisa digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.
  2. Solar charge controller
    Solar charge controller berfungsi mengatur lalu lintas dari solar cell ke baterai dan beban. Alat elektronik ini juga mempunyai banyak fungsi yang pada dasarnya ditujukan untuk melindungi baterai.
  3. Inverter
     Inverter adalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC – direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC – alternating current).
  4. Baterai
    Baterai berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu penerangan atau peralatan elektronik lainnya yang membutuhkan listrik. 
Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai kebutuhan daya:
  • Jumlah pemakaian
  • Jumlah solar panel
  • Jumlah baterai
Lampu LED sebagai Penerangan Rumah
Saat ini sudah ada lampu hemat energi yang menggunakan DC seperti lampu LED. Bandingkan lampu LED 3 Watt setara dengan Lampu AC 15 Watt.
Kekurangannya adalah:
  • Instalasi kabel baru untuk lampu LED
  • Biaya pengadaan lampu yang lebih mahal.
Keuntungannya adalah:
  • Penggunaan energi yang kecil
  • Keandalan lampu LED 10 x lampu standard biasa
  • Penggunaan kabel listrik 2 inti.

Lampu AC Lampu LED
Voltage 220 VAC 12 VDC
Watt 15 Watt 3 Watt
Lifetime 6,000 jam 50,000 jam
Harga ± Rp. 25,000 ± Rp. 115,000

Perhitungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Perhitungan keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label di belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual):
Penerangan rumah: 10 lampu CFL @ 15 Watt x 4 jam sehari = 600 Watt hour.
  • Televisi 21″: @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
  • Kulkas 360 liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 Watt hour
  • Komputer : @ 150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
  • Perangkat lainnya = 400 Watt hour
Total kebutuhan daya =  3480 Watt hour
Jumlah solar cells panel yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt (perhitungan adalah 5 jam maksimum tenaga surya):
Kebutuhan solar cells panel : (3480 / 100 / 5)  = 7 panel surya.
Jumlah kebutuhan baterai 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah:
Kebutuhan baterai minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 Watt hour = 6960 / 12 Volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah.
Kebutuhan baterai (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 Watt hour =20880 / 12 Volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah.


Sumber : http://solarsuryaindonesia.com